setelah hujan



Dia balik kumpulan awan
Yang berarak
Ada cahaya yang terpancar
Mencelahi warna yang tadinya kelabu
Mega mendung rinduku

Kita nyanyi setelah hujan
Kita mimpi selepas hujan

Dan dari cahaya
Menyuluh ke bumi
Sambil melukis pelangi
Pertumbuhan hijau
Membuka matanya
Dan kehidupan menari

Kita nyanyi setelah hujan
Kita mimpi selepas hujan

Dan aku cinta padamu ( 3X )

cinta sepi



Kau nyalakan pelita hati 
Tapi sayang di tengah hari 
Aku sendiri bukan tak peduli 
Betapa halusnya cinta 
Hingga kita bisa tersinggung 
Walau dengan setitis dusta

Terbakar hari panas mentari 
Panas lagi cinta ini 
Haruskah kita terus begini 
Dalam mencari erti cinta 
Hingga kita bisa tersinggung 
Walau dengan setitis dusta 

Diam bukan bererti 
Aku tidak mengerti 
Dan bukan cumbu rayu 
Yang mebuat kita rindu 
Lumrahnya cinta

Sedang kita alami cinta sepi 
Dekat ku rasa jauh pun ku rasa 
Sekuat mana getaran cinta kita

Sedar

Pergilah jauh Andai itu yang kau mahu 
Tidak ku halang Jika benar pilihanmu 
Tak guna diracun Di benak perasaan 
Kelak padahnya menyiksakan 

Tidakkan teguh Pertalian yang di bina 
Andai jiwamu Masih lagi nun di sana 
Tak putus mengenang Pada dia yang hilang 
Di mana tempat ku sebenar 

Aku sedar kewujudanku padamu 
Tiada lebih dari itu Hanya sekadar penampal ruang luka 
Di saat dikau tak punya siapa 
Kini masa terbukti Kejujuran di hati 

Pergi jangan dipandang 
Mungkinkah di sana Kau temu jalannya...

Hilang dalam terang



Fajar menyingsing
Bulan masih mengambang
Dan kita pun berhenti
Di pinggir jalan
Di sinilah keluhan yang membuka mata ku
Dan layu sekuntum mawar
Yang hendak ku beri pada mu

Mengapa kau membuat ku serba salah
Melayani perasaan
Menolak kebenaran
Setelah aku dilanda gelora
Mabuk asmara
Sedangkan engkau tahu
Kelemahan ku mudah jatuh cinta

Mengapa begini kau akhiri
Dengan menyingkap tabir rahsia
Percintaan kamu berdua
Terjaga mentari
Melenyapkan bulan
Dan mimpi semalam meluncur
Kesunyian sepanjang malam
Ku hilang dalam terang

Jika dia tidak ditakdirkan untukku....











Ya Allah
Jika kehadiranku mengganggu hatinya,
tidak membawa kebaikan padanya, maka pintaku, 
pisahkanlah aku dengannya 

Ya Allah, 

meskipun ku tahu aku akan terluka.
Jika aku tak layak dan bukan yg terbaik untuknya, 

jauhkanlah aku darinya ya Allah, 
hilangkanlah aku dalam bayangannya 

sejauh-jauhnya hingga terlempar jauh ke dada langit...

Jika bukan aku yang tertulis untuk melengkapi separuh agamanya,

maka berikanlah jarak pada kami, 
dan jagalah sekeping hati ini
 untuk orang yang Engkau takdirkan untukku.

Manja

22/10/2013

khilaf


Selasih ku siram 
Di dalam jambangan semakin longlai 
Kaseh ku tanam kering layu terkulai 
Apakah itu pertanda... 

Apalah dosa 
Khilaf bicara cetus bara sengketa 
Seribu nista pasti cemari noda 
Retak kaseh pun bermula 

Rasa cinta berubah hilang kasih setia 
Dilambung ombak yang menggila 
Maraklah api di hati menjadi benci 
Dendam yang menbara... 


Apakah ini satu jalan penyelesaian 
Atau suatu keputusan 
Haruskah perpisahan jadi penentu 
Jangan engkau terburu... 


Apa... kau rela 
Robohkan istana syurga yang kita bena... 
Apa... kau rela 
Menghadapi derita perpisahan ini 
Namun hakikat 
Yang terjadi hanyalah kekhilafan 
Sikap yang keterlaluan 
Hilang pertimbangan 

Selasih ku siram 
Didalam jambangan kembali nyaman 
Kasih ku tanam kembali bersatu 
Kembali kau kepada ku... 

hiasan di laman rindu


Telah sekian lama sayang
Ku pahat nama mu di hati
Tak ingin rasanya berpisah
Rindu mu penawar sepi ku
Ungkapan akhir lahir di bibir mu
Cinta palsu...

Ku lempar segala kesalan
Demi cinta pada mu
Walaupun aku bisa tenggelam
Mungkin terkubur dalam kelemasan


Namun rindu ku ini semakin mendalam
Kasih di hati nyala bagai bara

Teguhnya tangkai bagai cinta ku
Namun berbunga hampa
Pedihnya ku hadapi perpisahan

Biarpun harapan ku telah hancur berderai
Kan ku hiasi kenangan ku laman rindu