Andai benar hati ini miliknya





Semakin hari..
Semakin terasa dalam hati ini..
Dia semakin dekat menghampiri..

Perasaan apakah ini..
Yang sering saja mengganggu kata hati..
Dan membiarkan diri ini hanyut dalam mimpi?

Dia..
Bagai pelangi..
Mewarnai hati ini..
Dan menyinari hati yang sepi..

Aku..
Masih lagi disini..
Tidak mungkin melangkah mendekati..
Tetap pegun dan kaku berdiri..
Menanti jawapan hati yang tidak pasti..

Hati,
Tertanya-tanya..
Mampukah dia ku miliki..
Sedang aku hanya seperti pepasir di pantaian..
Dan dia permata yang bersinar..

Jawapan hati..
Biarpun dia semakin mendekati..
Jangan mudah memberi..
Biarkan segalanya benar-benar pasti..
Dan ia akan datang mencari..

Serahkan saja hatimu pada Illahi..


nukilan dari


Manja

01/03/2012

sesuatu dalam dirimu



Kali pertama melihat dia,
Aku rasa ada sesuatu dalam dirinya..
Entah kenapa ada satu rasa yg menarik tentang dirinya..

Kenapa?..
Itu aku tidak penah tahu

Tapi aku tak mampu nafikan ..
Dia, seorang yang berkaliber..
Ada pakej dan ada rupa..
Seboleh mungkin aku akan menjauhinya..

Dan perlahan-lahan aku mengaku..
Setelah dirinya aku kenali..
Persepsi itu berubah sama sekali..
ada sesuatu di dalam dirinya.


Hari itu,
Dia menyanyi… dan aku terpesona..
Dia berkata-kata.. dan aku mengaguminya,,

Dia…
Membuatkan persepsiku berubah serta-merta..
Dan aku mengaku..
Aku menyukainya.

Tapi suka tidak bermakna CINTA!!!
~Ia memberi dua makna yang berbeza


P/S :  Puisi ini hanya rekaan semata2  hehehe


Manja

29/02/2012

Maafkan mereka

Tentunya dalam kehidupan kita ini begitu banyak individu yang sering menyakitkan hati kita, mengguris dan melukakan perasaan kita bahkan menjadikan jiwa kita berserabut dan penuh kebencian. Seringkali senyuman kita kehilangan serinya, tawa kita menjadi sumbing dan air muka kita kehilangan cahayanya setiapkali kita bertembung wajah dengan mereka. Bahkan ada yang begitu dengki dan sengaja menyakitkan hati kita malahan sering mereka-reka fitnah dan onar untuk mencacatkan kewibawaan kita.

Ya, inilah sebahagian dari warna warni hidup kita yang menjadikan perjalanan hidup kita lebih unik dan jiwa kita akan menjadi lebih matang jika kita mampu menyikapinya dengan betul.

Apa perasaan kita berdepan dengan golongan ini, walaupun bilangannya mungkin tidak begitu ramai? Apa pula perasaan kita jika yang sering menyakitkan hati kita itu ialah orang-orang yang begitu hampir dengan kita?

Bagi saya, tidak ada yang lebih baik selain memberi KEMAAFAN. Ya, MAAFKAN MEREKA agar jiwa kita lebih lapang dan bahagia. MAAFKAN MEREKA sehingga kebencian tidak lagi mampu mencemarkan keindahan budi atau merubah rupa jiwa kita. MAAFKAN MEREKA agar kita mampu tersenyum melihat kehidupan.

Adakah kita merasakan kebencian kita itu menguntungkan kita atau akan merugikan mereka? Apa yang kita dapat dari kebencian itu kalau bukan keserabutan jiwa, kemarahan yang meluap-luap dan terusirnya ketenangan dan kedamaian dari hati nurani kita? Bahkan setiapkali kebencian mula bertahkta dan menguasai hati maka hati kita itu akan makin keras, gersang, kasar dan merosak air muka kita. Hingga akhirnya dunia yang begitu luas terasa begitu sempit, hidangan yang lazat hilang kenikmatannya dan tidur kita tidak lagi merehatkan jiwa kita untuk mendepani hari baru. Jadi, nyatakan pada saya, apa untungnya kebencian dan kemarahan kita itu kalau bukan menambahkan penderitaan keatas penderitaan yang sudah sedia ada?

Jadi, MAAFKAN MEREKA kerana dalam kemaafan kita itu Allah SWT menjanjikan keampunan. Bukankah dosa-dosa kita masih terlalu banyak sedangkan kematian sering mengintai kita disetiap simpang siur kehidupan. Bagi jiwa-jiwa yang menyakini hari pertemuan dengan Allah SWT tentunya kita benar-benar rindukan pengampunan Allah SWT bahkan pengampunan itu lebih berharga dari pertambahan usia. Apalah gunanya bagi umur yang bertambah tetapi dosanya tidak berkurang. Apa yang kita harapkan dari kehidupan begini?

MAAFKAN MEREKA kerana kita juga sering membuat kesalahan dan setiapkali kita membuat kesalahan, kita begitu rindu dan mengharapkan orang lain menyikapi atau menghadapi kelakuan buruk kita dengan baik bahkan menasihati kita dengan penuh hikmah. Kenapa apabila orang lain melakukan kesalahan kepada kita, kita lalu marah-marah dan pamerkan wajah yang buruk dan penuh kebencian.

MAAFKAN MEREKA, agar jiwa kita menjadi lembut bahkan membuahkan kesabaran dan kepasrahan hingga kita mampu mengukirkan kesenyuman dari relung hati kita yang paling dalam. Biarkan kemaafan itu menghiasi jiwa kita dengan bunga-bunga kecintaan dan kasih sayang hingga mereka tertunduk hormat dan malu kepada kita.

Pernah satu ketika, jiwa saya begitu menderita ketika menghadapi salah seorang dari orang atasan saya. Dia merasakan dirinya yang paling benar. Dia bukan sekadar menolak pandangan orang lain bahkan tidak memberikan ruang untuk pandangan itu dikemukakan. Sedangkan apa yang dilakukannya terlalu salah, buah fikirannya sudah ketinggalan zaman dan cara pengurusan kerjanya sudah terlalu usang dan antik walaupun dari satu sudut saya yakin dia begitu ikhlas dalam kerjanya. Tidak sesiapa yang selesa mengemukakan pandangan kepadanya apatah lagi menegur kesalahannya walaupun kesalahannya terang lagi bersuluh.

Bahkan tingkahlakunya sering menjadi buah mulut rakan sekerja.
Jiwa saya begitu menderita. Setiapkali ingin menyuapkan makanan kemulut lalu terpandang wajahnya selera makan saya hilang serta merta. Setiapkali saya pejamkan mata untuk tidur, wajahnya sering muncul dan bermain dalam fikiran saya. Ketika berehat seringkali minda saya mengangankan saat-saat saya berhujah dengannya dan dia menyikapi dengan sikap dingin dan keras kepala hinggakan angan-angan itu menjadikan jiwa saya dililit kegelisahan dan kemarahan. Ya, berbulan-bulan saya hilang kenikmatan jiwa ketika menginjakkan kaki di tempat kerja.

Jiwa saya terus menderita hinggalah saya menemui penawarnya yang begitu mujarab iaitu KEMAAFAN. Saya katakan pada diri saya, kenapa saya harus membencinya. Dia telah lakukan yang terbaik dengan apa yang dia faham, walaupun mungkin caranya salah tetapi itu yang dia faham dan tentang keikhlasannya, Allah yang lebih mengetahui. Kenapa saya harus membencinya sedangkan kebencian saya tidak akan menjadikan dirinya betul atau membetulkan keadaan yang salah. Kenapa saya harus membencinya sedangkan setiap manusia memikul beban dosa yang begitu banyak dan saya sendiripun tidak terlepas daripadanya. Bahkan apabila tua nanti mungkin saya akan akan lebih teruk daripadanya dan orang lain akan lebih membenci saya.

Lalu saya pejamkan mata saya, saya suarakan hati saya pada Allah yang Maha Mengetahui; Saksikanlah ya Allah, aku maafkannya dan aku juga mengharapkan keampunanMu. Saksikanlah ya Allah, aku kasihkannya kerana aku tahu dia ikhlas beramal untuk keredhaanMu. Walaupun dia punya banyak kelemahan tetapi didalam ilmu Mu ya Allah, dosa-dosa ku lebih banyak, walaupun aku rasakan aku lebih baik daripadanya belum tentu ketika aku sampai keusia sepertinya aku akan terus istiqomah diatas jalanMu yang benar ini ya Allah. Semoga Engkau menerima amalnya dan amalku ya Allah.

Disaat itu saya terasakan seolah satu hijab gelap yang menutupi hati saya terangkat dan limpahan cahaya kehidupan kembali menerangi hati saya. Tidak ada lagi kebencian dan keresahan. Kemudiannya saya mencari kesempatan untuk bermaafan dengannya. Semenjak itu hati saya kembali menemui nikmat ketika ditempat kerja. Setiapkali bertembung wajah, senyuman begitu mudah terukir pada wajah saya bahkan kami mampu duduk berbual dan bercerita.

Saya tidak maksudkan kita tidak perlu membetulkan yang salah. Kata Ibnu Qayyim; Jika kamu ingin menyuruh yang ma’ruf pastikan ia menjadi ma’ruf. Ya, jika kita inginkan kebaikan, biarlah tindakan dan cara kita menghasilkan sesuatu yang baik atau lebih baik. Maknanya, setiap tindakan kita perlu disesuaikan dengan niat, cara dan masa yang baik. Kalaupun usaha kita tidak berjaya, yakinlah Allah menjanjikan ganjaran diatas usaha dan kesabaran kita.

Maafkan mereka
agar jiwamu petah berbicara
mengajar insan erti bahagia
dan tersenyum dalam duka

Maafkan mereka
Agar hatimu lapang segala
Menikmati hari-hari baru
yang penuh duka lara

Maafkan mereka
Kerana jiwamu sedar mengerti
Hidup ini ada hari datang dan pergi

Sumber: http://www.langitilahi.com/

Manja

24/02/2012

Kesedihanku


sepinya hari yang ku lewati
tanpa ada dirimu menemani
sunyi ku rasa dalam hidupku
tak mampu ku tuk melangkah

masih ku ingat indah senyummu
yang selalu membuatku mengenangmu
terbawa aku dalam sedihku
tak sadar kini kau tak di sini

engkau masih yang terindah
indah di dalam hatiku
mengapa kisah kita berakhir
yang seperti ini

masih ku ingat indah senyummu
yang selalu membuatku mengenangmu
terbawa aku dalam sedihku
tak sadar kini kau tak di sini

engkau masih yang terindah
indah di dalam hatiku
mengapa kisah kita berakhir
yang seperti ini
yang seperti ini

engkau masih yang terindah
indah di dalam hatiku
mengapa kisah kita berakhir
yang seperti ini

hampa kini yang ku rasa
menangis pun ku tak mampu
hanya sisa kenangan terindah
dan kesedihanku

Today aniversery perkenalan kami yg ke 12 tahun.. :(


                                     Lagu yg penah ditujukan pada Manja
                                            

Genap 12 tahun....jika kami bersama  dan dia masih ada genap 12 tahun usia perkenalan kami ....1st date kami hanyalah di kedai mamak di Desa Petaling ...kelakar sgt sbb masing2 hanya order air jer..masing2 malu nk makan hehehe..Kami berbincang pelbagai perkara dan pertemuan itu yg membuat aku menerima Abang as my special friend...1st impression he so caring ..he really2 make me like a  princess... so sweet...Memory yg tidak akan aku lupakan .....He so nice dan very2 soft spoken ....

Tiada orang lain yg dapat melayani Manja dgn baik sebagaimana abang melayani manja ...Hanya abang  yg  tahan dgn perangai manja yg kdg2 keras kepala ...Hanya abang yg tahan bila Manja membebel2 ...dan hanya Abang yg rajin memujuk di saat Manja merajuk ....huhuhu ....



Semoga Abang sentiasa dirahmati Allah dan ditempatkan di kalangan orang2 yg beriman ....Maafkan Manja jika manja masih igtkn diri Abang , masih merindukan Abang ...Hanya Doa mampu manja kirimkan utk abang di sana ......Al- Fatihah :(


                                  
                                          Memory song  with him


Manja

20/02/2012